Tampilkan postingan dengan label kesehatan Gigit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan Gigit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2015

Perawatan Gigi yang Boleh Dilakukan Selama Kehamilan



Kehamilan merupakan hal terunik yang terjadi pada kehidupan wanita. Berbagai macam perubahan fisiologis, anatomis, dan hormonal saat kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut. Hal inilah yang mengharuskan setiap ibu tetap perlu menjaga kesehatan gigi dan mulutnya selama masa kehamilan.

Beberapa perubahan dalam rongga mulut yang dapat terjadi selama masa kehamilan, antara lain peradangan gusi, granuloma pada gusi, erosi email gigi, produksi air liur berlebihan, mulut kering, dan kegoyangan gigi.  

Pada saat hamil aman dilakukan perawatan gigi, asalkan tidak dilakukan pembiusan lokal. Jika memang memerlukan pembiusan lokal, sebaiknya dilakukan pada trimester kedua kehamilan. Memang semua tindakan perawatan gigi paling aman dilakukan pada trimester kedua. Namun tetap harus mendapatkan persetujuan dari dokter spesialis kandungan yang sedang memantau kehamilan masing-masing pasien.

Minggu, 25 Oktober 2015

Cara Menghilangkan Karang Gigi Secara Alami




Karang gigi (disebut juga: kalkulus gigi) adalah plak yang menggumpal atau bertumpuk pada sela-sela gigi. Hal ini terjadi karena kandungan garam pada air liur yang bersifat basa terkontaminasi oleh sisa-sisa makanan yang bersifat asam. Pada awal terbentuknya karang gigi berwarna kuning, tapi lama kelamaan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Jika anda mempunyai kebiasaan merokok,minum kopi atau minum teh justru akan semakin memperburuk kondisi tersebut.

Beberapa efek negatif dari karang gigi adalah:
  • Menyebabkan bau mulut tak sedap
  • Gangguan pencernaan serta pernafasan
  • Infeksi pada gusi
Tips mencegah timbulnya karang gigi

1. Anda dapat mengurangi plak yang menempel pada gigi dengan cara sering mengkonsumsi air putih setelah makan atau cemilan. Karena air putih dapat membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel di gigi anda dengan baik.
2. Setelah mengkonsumsi air putih, anda disarankan untuk berkumur setelah makan, hal ini akan membantu menghilangkan bau mulut dan sisa makanan yang membandel dan menempel di gigi.
3. Hal yang terpenting biasakan menggosok gigi minimal 2 kali sehari yaitu setelah bangun tidur dan sebbelum tidur. Cara ini akan sangat ampuh menghilangkan plak gigi. Karena kandungan fluoride yang terdapat dalam sikat gigi akan membantu membasmi menghilangkan bakteri penyebab plak gigi.
4. Lalu apa makanan yang bisa membantu menangkal plak gigi? Jawabannya adalah buah-buahan dan sayuran yang anda konsumsi setelah makan. Hal ini yang menyebabkan mengapa sayur dan buah masuk dalam kategori 4 sehat 5 sempurna karena buah dan sayuran akan membantu memperbaiki email gigi yang telah rusak serta mencegah timbulnya bau mulut.
5. Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung
Kedua jenis bahan makanan ini adalah pemicu timbulnya plak pada gigi. Usahakan untuk menggosok gigi setelah mengkonsumsi makanan yang manis atau minimal berkumur menggunakan mouthwash.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kebiasaan Sehat Ini Bikin Gigi Makin Putih

Gigi bewarna kekuningan dan tidak sehat menjadi penyebab hal ini. Tidak perlu khawatir solusi untuk gigi putih dan sehat tak selalu dengan perawatan mahal.


Terkadang seseorang malu untuk memamerkan gigi saat tertawa. Gigi bewarna kekuningan dan tidak sehat menjadi penyebab hal ini. Tidak perlu khawatir solusi untuk gigi putih dan sehat tak selalu dengan perawatan mahal.

Dilansir Allwomenstalk, Jumat 31 Juli 2015 ada beberapa cara mudah untuk memutihkan gigi dalam waktu singkat dan hemat.

1. Beli Baking Soda
Baking soda yang murah dan mudah ditemukan merupakan salah satu cara alami terbaik untuk memutihkan gigi. Campurkan dengan sedikit pasta gigi dan sikatkan pada gigi sekali dalam sehari, pastikan bilas dengan bersih. Sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum tidur, backing soda dapat membantu menghilangkan noda pada gigi.

2. Konsumsi Stroberi
Benih kecil mungil pada stroberi bertindak seperti scrubber bitty pada gigi, dapat menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada gigi. Makan 1/2 cup sehari untuk hasil terbaik.

Stroberi juga lezat dan rendah kalori, yang membuat bebas dari rasa bersalah untuk seseorang yang sedang melakukan diet.

3. Hindari Kopi dan soda
Untuk sebagian orang kopi dan soda adalah minuman favorit, tapi dapat merusak gigi dan bewarna kuning. Soda juga dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, merubah warna gigi menjadi kekuningan, kadar gula pada soda juga tinggi.

Untuk yang tidak sepenuhnya dapat menghindari kopi, sebaiknya gunakan sedotan untuk meminumnya untuk mengimbangi kontak langsung dengan gigi.

4. Membiasakan Sikat Gigi Sehabis Makan
Ini memang kebiasaan yang sulit untuk dilakukan, namun efeknya buruk untuk kesehatan gigi. Pepatah mengatakan bisa karena biasa, maka mulailah dengan perlahan. Menyikat sehabis makan tidak hanya membantu memutihkan gigi, tetapi juga baik untuk napas, gusi dan menghentikan nafsu makan. Biasakan membawa sikat dan pasta gigi setiap perjalanan, hal ini dapat membantu membiasakan menyikat gigi setelah makan.

5. Cermat Memilih Pasta Gigi
Banyak pasta gigi di pasaran mengandung bahan kimia yang mengerikan, berharap sehat namun bila tidak cermat dapat menjadi malapetaka pada kesehatan dan dapat memicu risiko kanker mulut. Pilih pasta gigi dengan kandungan alami, sebaiknya perhatikan pada label apakan mengandung bahan pemutih atau senyawa berbahaya lainnya. Tanyakan secara detail dengan ahlinya bila masih tidak mengerti kandungan yang ada pada pasta yang ingin dibeli.

Jumat, 07 Agustus 2015

12 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami Cepat dan Mudah!


Cara Memutihkan Gigi Secara Alami dan Cepat yang akan saya jelaskan kali ini bersumber dari beberapa sumber seperti internet dan dari pengalaman saya pribadi. Gigi yang kuning sering kali menjadi penyebab seseorang minder dan susah dalam bergaul, selain itu gigi yang kuning juga menandakan bahwa gigi tersebut tidak sehat dan dapat mengganggu kesehatan anggota tubuh lainnya seperti mulut dan gusi. Maka dari itu (maaf) jika anda adalah salah satu dari banyak orang yang mengalami gangguan kesehatan pada gigi anda wajib membaca artikel ini hingga selesai. Oh iya anda juga dapat melihat artikel sebelumnya tentang "9 Tips Mengobati Sakit Gigi Secara Alami"

Cara memutihan gigi berikut ini sebenarnya tidak perlu anda lakukan jika anda rajin membersihkan dan merawat gigi. Namun bagi anda yang sudah terlanjur mempunyai gigi berwarna kuning, sebaikanya anda simak beberapa tips memutihkan gigi berikut ini :

Apa penyebab gigi Anda berwarna kuning?

Sebelum kita membahas bagaimana cara memutihkan gigi yang berwarna kuning, terlebih dahulu kita harus mengetahui hal apa saja yang bisa menyebabkan gigi kita berwarna kuning / tidak sehat, diantaranya :
-. Malas menggosok gigi atau cara menggosok gigi yang anda lakukan tidak benar
- Ternyata terlalu sering meminum kopi dan teh herbal juga dapat menyebabkan gigi menjadi kuning
- Bagi anda khusunya perokok, ternyata efek nikotin membuat gigi menjadi kuning
- Pemakaian obat tetes mata secara berlebih
- Sering mengkonsumsi minuman suplement atau minuman penambah energi
- Memakai obat pemutih gigi yang tidak cocok, dsb.
 White Wine
- Anggur puith sangatlah berbahaya pada gigi. Hampir sama dengan efek pemuith gig, white wine ini malah sangat berpotensi mengikis gigi anda dan memberikan efek yang buruk pada warnanya.

Jika gigi anda berwarna kuning, berarti anda sering melakukan kebiasaan buruk seperti yang sudah disebutkan diatas. Nah, sekarang mari kita simak tips-tips untuk memutihkan kembali warna gigi anda.

Bagaimana cara memutihkan gigi secara alami, cepat dan mudah? 

Merawat gigi ternyata tidak hanya dapat dilakukan dengan cara seperti menggosok gigi dengan menggunakan pasta gigi yang bermerk, tapi kita juga harus dapat menghindari kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan gigi anda menjadi kuning. Selain itu anda juga dapat melakukan beberapa tips tradisional / alami untuk memutihkan gigi berikut ini :

Rabu, 01 Juli 2015

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyikat Gigi



Menyikat gigi minimal dua kali sehari merupakan kewajiban apabila Anda ingin menjaga kesehatan mulut. Waktu yang disarankan adalah sehabis makan dan sebelum tidur. Apabila Anda sudah menyikat gigi dua kali sehari namun gigi Anda tetap bermasalah, mungkin Anda melakukan kesalahan saat menyikat gigi. Berikut adalah delapan kesalahan yang mungkin Anda lakukan saat menyikat gigi.

1. Tidak membersihkan pada waktu yang tepat
Anjuran menyikat gigi dua kali sehari mungkin sudah Anda tepati. Tapi, apakah dilakukan pada waktu yang tepat? Biasanya orang menyikat giginya saat mandi, padahal yang benar adalah sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur. Sisa-sisa makanan yang menempel lama di gigi akan membuat bakteri lebih cepat berkembang biak.

2. Menggunakan sikat gigi yang salah
Penggunaan sikat gigi yang lembut dapat menjangkau bagian sela-sela gigi hingga menyentuh bagian gusi, dan dapat mengangkat plak yang menempel. Jika plak pada gigi tidak hilang, lambat laun akan meningkatkan risiko munculnya penyakit gusi.

Menggosok dengan menggunakan bulu sedang atau bulu keras dan disertai dengan tekanan yang berlebihan, akan menyebabkan gusi mengalami abrasi sehingga akan memperlihatkan bagian permukaan akar gigi Anda. Hal ini bukan hanya membuat gigi menjadi sensitif (gampang terasa ngilu), tapi juga lubang kecil di gigi.

Kapan Harus Mengganti Sikat Gigi?


Salah satu cara merawat gigi adalah dengan menyikat gigi. Tapi, jangan lupa, Anda pun perlu merawat sikat gigi, agar terhindar dari berbagai kuman dan penyakit.

Anda tentu tak pernah menyadari apa saja yang menempel di bulu sikat gigi. “Sikat gigi bisa terkontaminasi berbagai bakteri mikroba mulut begitu masuk ke dalam mulut,” ujar Sharon Cooper, PhD, profesor klinis University of Florida College of Dentistry.

Virus dan bakteri dari mulut orang yang sedang terinfeksi bisa hidup selama berminggu-minggu pada permukaan sikat gigi dan akan terus-menerus menyebabkan penyakit, kata Cooper.

Bahkan, dalam kondisi normal, mikroorganisme yang sehat dapat menyebabkan infeksi, terutama jika masuk ke dalam jaringan gusi yang sedang terluka. Apalagi, sikat gigi tidak dijual dalam kemasan steril, sehingga sangat mungkin ada bakteri yang menempel di sikat gigi, meski baru dikeluarkan dari kemasan sekalipun, ungkap Asosiasi Gigi Amerika secara resmi dalam pembahasan perawatan sikat gigi.

Rabu, 17 Desember 2014

Dua bahan alami untuk sembuhkan gusi berdarah

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan racun dan bisa menyebabkan peradangan serta rasa sakit. Racun yang dikeluarkan oleh bakteri ini juga bisa merusak dinding pembuluh darah, jaringan, dan organ dalam. Karena itu, gusi berdarah harus lekas disembuhkan.



Jika mengalami gusi berdarah, Anda bisa menggunakan dua bahan alami untuk menyembuhkannya, yaitu menggunakan ekstrak chamomile dan buah delima. Peneliti dari Paraiba State University, Brazil, telah menemukan bahwa ekstrak delima dan chamomile bisa membantu menyembuhkan gusi berdarah.

Hasil tersebut didapatkan peneliti setelah mengamati 56 pasien yang mengalami gusi berdarah dan gingivitis. Partisipan dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing berkumur menggunakan ekstrak tersebut dua kali sehari selama 15 hari.

Jumat, 04 April 2014

Cegah Kerusakan Gigi, Batasi Minuman Asam



Gigi yang sehat merupakan cerminan kesehatan tubuh secara umum. Salah satu kriteria gigi sehat adalah bebas dari karies atau gigi berlubang. Untuk menghindarinya, selain melakukan perawatan gigi rutin, Anda pun sebaiknya tidak minum minuman dengan derajat keasaman (pH) rendah secara berlebihan.

Pakar biokimia pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Puspo Edi Giriwono menjelaskan, minuman asam yang memiliki pH berkisar 2,4-4,0, seperti minuman berkarbonasi, minuman diet buah-buahan, jus lemon, dan minuman asam lainnya, dapat menurunkan pH air liur.
"AIr liur yang terlalu asam itulah yang mempermudah terjadinya kerusakan enamel gigi atau lapisan terluar pada gigi," jelasnya dalam sebuah talk show yang diadakan Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Senin, 12 Agustus 2013

Lindungi Ibu Hamil dari Bakteri Perusak Gigi



Masa kehamilan adalah salah satu momen penting dalam siklus kehidupan perempuan. Selain penuh kebahagiaan akan hadirnya seorang bayi, hamil 9 bulan juga penuh cerita perubahan tubuh. Fluktuasi hormon tak hanya membuat emosi menjadi lebih sensitive tapi juga bisa memengaruhi kesehatan gigi.
Salah satu masalah gigi yang sering dikeluhkan para ibu yang sedang hami adalah gigi berlubang. Karena struktur gigi menjadi lebih rapuh selama masa kehamilan. Hal yang harus diantisipasi adalah jika masalah gigi berlubang ini tak segera ditangani, bisa membahayakan keselamatan bayi. Sebab risiko yang mungkin muncul adalah komplikasi kehamilan, menghambat perkembangan bayi, hingga keguguran. Ini semua bisa terjadi karena bakteri yang melubangi gigi bisa menelusup masuk saraf-saraf yang ada di bawah gigi hingga ke seluruh organ penting, termasuk janin yang tengah berkembang.

Rabu, 19 Juni 2013

Tanda dan Gejala Tumbuh Gigi Pada Anak



Banyak orang tua yang salah kaprah menyimpulkan bahwa jika anaknya terkena diare, dan pipi merah, itu berarti anaknya sedang tumbuh gigi. Sebetulnya apa sih tanda-tanda yang dialami si kecil saat giginya mulai tumbuh?

Selasa, 18 Juni 2013

Tentang Dental Implant



Sekarang implant gigi sudah menjadi tren dan dianjurkan untuk menggantikan gigi yang hilang. Implant gigi menggantikan gigi asli dengan sensasi, penampakan, serta fungsi yang menyerupai gigi asli. Definisi implant gigi sendiri, adalah akar gigi tiruan yang ditanam ke dalam rahang. Proses penanaman dilakukan melalui mekanisme pembedahan minor, yaitu dengan cara membuka gusi dan kemudian membuat lubang di bagian tulang dengan ukuran antara 3-4 milimeter.

Teknologi kedokteran telah mampu memberikan solusi terhadap tanggalnya gigi permanen dengan metode implant gigi. Menurut Drg. Djoko Micni, SpBM,FICOI; metode implant gigi sudah ditemukan di dunia kedokteran sejak 10 tahun terakhir. Teknologi ini sendiri telah mampu berfungsi untuk menggantikan gigi asli. Di dalam gigi asli terdapat dua bagian, yaitu akar gigi yang tertanam di dalam tulang dan mahkota gigi yang muncul di bagian rongga mulut.

Senin, 17 Juni 2013

Beberapa Makanan yang Membantu Kesehatan Gigi


Merasa minder karena gigi Anda terlihat kuning? Atau karena napas Anda tak segar? Berikut beberapa makanan yang membantu menjaga kesehatan gigi Anda yang diungkap oleh Matthew Messina, seorang dokter gigi di Ohio yang juga juru bicara Asosiasi Dokter Gigi America dalam ABC News.

1. Permen karet
Tunggu dulu. Tidak semua permen karet baik untuk kesehatan gigi. Bahkan, sebagian besar permen karet dapat merusak gigi. Pilihlah permen karet yang bebas gula. Permen karet yang bebas gula dapat membantu membersihkan gigi. Mengunyah permen karet dapat merangsang produksi air liur.

Air liur adalah cara alami untuk membersihkan asam yang diproduksi bakteri di dalam mulut dan juga melapisi gigi dengan kalsium dan fosfat. Selama ini, kita lebih memilih permen karet dengan aneka rasa, baik rasa mint maupun rasa buah-buahan. Padahal, menurut sebuah penelitian pada tahun 2011 menyebutkan bahan yang dipakai untuk memberi rasa mint atau buah dapat merusak gigi, meskipun hanya sedikit.

2. Air putih
Seperti halnya air liur, air putih dapat membantu membersihkan gula dan asam di dalam mulut. Air putih mengandung frorid, yakni senyawa mineral yang dapat mencegah pengikisan gigi, sama halnya dengan florid yang terkadung dalam pasta gigi.

Sabtu, 15 Juni 2013

10 Tip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Menurut World Health Organization (WHO), pada 2012 ada sekitar 60-90 persen penduduk sebuah negara yang mengalami gigi berlubang. Dan gigi berlubang adalah “investasi untuk penyakit-penyakit kronis,” jelas Dr. drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS. Bagaimana menjaga gigi?


Untuk menjaga gigi dan mulut tetap sehat, beberapa hal – yang kadang terdengar remeh - perlu dilakukan. Berikut tips soal bagaimana merawat gigi Anda:

1. Gosoklah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi? Setelah makan pagi dan sebelum tidur.
2. Flossing-lah sebelum menyikat gigi
Flossing adalah cara pembersihan sela gigi dengan menggunakan benang. Flossing akan mengeluarkan sisa makanan yang terjebak di sela gigi sehingga membantu penyikatan gigi menjadi lebih efektif. Saat menyikat gigi tiba, pastikan menyikat dengan sudut 45 derajat pada garis gusi dengan gerakan lembut.
3. Manfaatkan tusuk gigi
Jika tidak memiliki benang pembersih gigi, Anda dapat menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan sela gigi. Namun, gunakanlah secara perlahan. Penggunaan tusuk gigi secara kasar akan melukai gusi Anda. Dan luka merupakan wadah yang tepat untuk berkembangnya bakteri.

Minggu, 05 Mei 2013

Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kuman Gigi




Sebagian besar penyakit pada gusi umumnya disebabkan oleh kebersihan gigi yang buruk. Namun sebagian besar masyarakat masih mengabaikan kebersihan gigi dan mulut.

Infeksi lanjutan pada gusi bisa menyebabkan gusi meradang, membentuk kantong nanah, dan membentuk plak lebih banyak. Kuman-kuman dari kantong nanah ini bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

"Infeksi ini memang bermula di gusi namun diabaikan. Akibatnya kuman berhasil sampai ke peredaran darah dan terbawa aliran," kata dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, drg.Yudha Rismanto Sp.Perio, pada konferensi media Solusi Permasalahan Gusi di Jakarta, Kamis (2/5).

Akibat yang ditimbulkan dari peredaran kuman tersebut bergantung pada organ tempat kuman berlabuh. Jika kuman terbawa aliran darah ke tubuh bagian bawah, maka jantung dan ginjal bisa terganggu.

Demikian juga jika kuman terbawa ke tubuh bagian atas, kuman bisa "nyangkut" di selaput yang menyelimuti otak sehingga mengakibatkan meningitis.

Dalam dunia kedokteran ini ini disebut juga dengan odontegenic infection. Meski jarang, namun penelitian telah membuktikan kaitan antara kesehatan gigi dan mulut dengan timbulnya penyakit-penyakit kronis.

Rabu, 17 April 2013

Pembersihan Plak dan Karang Gigi



Plak adalah lapisan lunak dan lengket di gigi yang terdiri dari protein dan bakteri (biofilm). Plak terdiri dari 70% bakteri yang berasal dari air liur. Plak terbentuk segera setelah Anda selesai menyikat gigi. Dalam waktu 48 jam setelah pembentukannya, plak mulai mengeras oleh kalsium, fosfor, dan mineral lainnya dari air liur, menjadi karang gigi.

Karang gigi sendiri tidak berbahaya, tetapi memiliki permukaan yang sangat kasar di mana bakteri dapat dengan mudah melekat di permukaannya. Permukaan kasar ini menjadi tempat koloni bakteri yang menyebabkan berbagai masalah, seperti radang gusi (gingivitis/ periodontitis), kerusakan gigi (karies) dan bau mulut (halitosis). Karang gigi juga merupakan masalah kosmetik karena membuat gigi berwarna kuning atau coklat. Karang gigi lebih berpori-pori daripada enamel sehingga mudah berubah warna. Jika Anda merokok atau sering minum kopi atau teh, gigi Anda yang terkena karang gigi akan berubah warna menjadi coklat atau hitam. 

Jumat, 12 April 2013

Orang-orang yang Rentan Memiliki Gigi Berlubang




Gigi berlubang merupakan masalah yang pernah dialami oleh sebagian besar masyarakat. Tapi ada beberapa orang yang diketahui lebih rentan mengalami gigi berlubang dibanding yang lainnya.

Diperkirakan sekitar 97 persen orang di dunia pernah mengalami gigi berlubang. Kerusakan gigi ini biasanya disebabkan oleh demineralisasi gigi oleh asam. Ketika pH dalam rongga mulut kurang dari 5,5, maka demineralisasi enamel gigi mulai terjadi.

Tingkat demineralisasi yang tinggi akan mempengaruhi enamel dan akar gigi, kondisi ini akan memicu perkembangan gigi berlubang. Faktor lain yang mempengaruhi adalah konsentrasi ion fluorida dan produksi air liur.

Beberapa hal bisa menjadi penyebab seseorang lebih rentan mengalami gigi berlubang dibanding yang lain, seperti dikutip dari Buzzle, Sabtu (13/8/2011) yaitu:

1. Struktur gigi
Secara umum, morfologi gigi setiap orang sama. Tapi kadang pada masing-masing individu memiliki perbedaan morfologi yang khas, seperti memiliki struktur gigi yang membuat plak sulit dihilangkan sehingga meningkatkan kemungkinan gigi berlubang.

2. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis
Terbentuknya lubang sebagian besar karena adanya serangan asam. Bakteri dalam rongga mulut sangat tergantung pada gula sebagai sumber energinya. Ketika gula dipecah maka ia membentuk asam laktat yang berperan dalam proses demineralisasi enamel gigi, karenanya orang yang senang makanan manis lebih rentan mengalami gigi berlubang.

Kamis, 28 Februari 2013

Karang Gigi Dan Penyebab Timbulnya Karang Gigi



Karang gigi (kalkulus) itu merupakan akumulasi plak (lapisan semitransparan suatu polisakarida yang menempel pada gigi), bakteri dan pelikel (lapisan tipis dari protein saliva yang menempel pada permukaan gigi setelah pembersihan gigi secara optimal). Konsistensi karang gigi ini menjadi keras karena plak dan pelikel mengalami mineralisasi, sehingga sangat sulit dibersihkan melalui pembersihan mekanis dengan sikat gigi.
Cara menangani karang gigi harus melalui perawatan oleh Dokter Gigi, karena tidak bisa dilakukan sendiri secara sembarangan oleh pasien. Pembersihan karang gigi harus mengikuti anatomi giginya, gerakan alat untuk membersihkan karang gigi pun tidak sembarangan. Jika dilakukan tidak sesuai prosedur akan melukai gusi dan membuat email gigi menjadi tipis.
Dokter Gigi akan menggunakan alat khusus untuk membersihkan karang gigi, yaitu scaler. Ada 3 macam scaler, yaitu manual, supersonik dan ultrasonik. Sekarang lebih populer digunakan scaler ultrasonik, karena lebih cepat, mudah, dan meminimalisasi rasa nyeri saat pembersihan karang gigi.
Banyak orang awam berpendapat bahwa karang gigi dapat dihilangkan sendiri oleh pasien melalui penggunaan cengkeh, biji asam kawak, dan sebagainya. Semua cara ini kurang tepat, karena bahan tersebut bukan menghilangkan karang gigi, namun hanya bersifat sebagai antiseptik dalam rongga mulut.

PENYEBAB
Plak alias karang gigi terjadi karena tak rajin menggosok gigi. Masyarakat disarankan menggunakan pasta gigi yang mengandung anti-plak dan rutin memeriksa ke dokter gigi. Kebiasaan buruk tak menyikat gigi hingga bersih dapat meninggalkan plak atau karang gigi yang penuh bakteri dan kuman.

Kebiasaan masyarakat yang kerap meremehkan kemunculan plak pada gigi lebih disebabkan karena penyakit itu tak menimbulkan rasa sakit. Padahal jika dibiarkan, Plak dapat menimbulkan bau mulut atau helitosis yang sulit dihilangkan. Dalam kondisi lebih parah, gigi bisa goyang dan tanggal begitu saja. Selain itu, kumpulan plak juga akan menjadi sarang tempat melekatnya karang gigi baru. Sedangkan bakteri yang menempel, lama-lama akan menyebabkan peradangan gusi.

Kamis, 21 Februari 2013

Tips & Cara memutihkan Gigi Secara alami




Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Warna kuning yang selalu menghantui kita memanglah sangat mengganggu. Perawatan gigi memang sangat menguras kantong kita. akan tetapi perawatan tradisional yang menggunakan bahan alami akan cukup membantu kita agar tetap hemat dalam mengontrol keuangan kita. dibawah ini ada beberapa cara alami yang dapat membantu untuk memutihkan gigi kita.


Cara memutihkan gigi yang berwarna kuning secara alami:

1. Menghindari makanan yang berwarna
Sangat penting menghindari makanan yang akan menodai gigi dalam jumlah yang sangat besar. Seperti kopi, teh, dan anggur. Kopi dan teh sendiri memberi warna gigi menjadi coklat. Sementara anggur menyebabkan warna kebiruan atau kehijauan pada gigi jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang berserat
Noda pada gigi sering tertanam dalam lapisan plak atau tarter. Ketika lapisan kotoran akan dihapus dari permukaan gigi, kebanyakan noda yang digosok pergi bersama lapisan kotor.

Mengonsumsi makanan yang berserat atau abrasif akan membantu membuang pada lapisan kotoran gigi. Beberapa jenis yang bisa menghilangkan noda secara alami pada gigi antara lain apel, brokoli, seledri, kembang kol, dan pir.

3. Minum menggunakan sedotan
Ini adalah salah satu cara mengurangi noda akibat cairan pada minuman yaitu dengan menggunakan sedotan. Ketika minuman dikonsumsi melalui sedotan, sebagian besar cairan akan langsung ke lidah dan kerongkongan. Sedangkan jika minum langsung dari gelas, maka cairan akan menyebar ke permukaan gigi. Ini berpotensi memberi efek noda pada gigi putih.