Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Penyebab, Gejala, dan Obat Alami Mengatasi Kekurangan Darah



Penyebab, Gejala, dan Obat Alami Mengatasi Kekurangan Darah. Anemia atau penyakit kurang darah adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah(hemoglobin) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh tubuh.

JENIS Anemia
  • Iron Deficiency Anemia. Kekurangan zat besi adalah peneybab utama anemia ini. Bila anda kekurangan zat besi maka tubuh anda tidak dapat memproduksi hemoglobin untuk sel darah merah.
  • Anemia of Chronic Disease. Anemia ini disebabkan penyakit kronis seperti kanker,gagal ginjal dan HIV/AIDS . Penyakit kronis dapat mempengaruhi produksi sel darah merah sehingga menyebabkan anemia kronis.
  • Vitamin Deficiency Anemia. Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan folat dan vitamin B-12 akan mempengaruhi produksi sel darah merah, beberapa orang bahkan tidak dapat menyerap vitamin B-12 dengan efektif. 
  • Apalastic Anemia. Anemia jenis ini adalah yang paling parah dan kasusnya jarang terjadi, Penyebab anemia ini adalah berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah(eritrosit, leukosit, dan trombosit).
  • Hemolytic Anemias. Anemia jenis ini disebabkan sel darah yang hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang yang tidak mampu mengimbangi dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Atau bisa juga karena gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.
  • Anemias Associated With Bone Marrow Disease. Penyakit leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.
  • Sickle Cell Anemia. Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.
  • Anemia Lain. Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Penyebab Anemia

Sel darah merah berfungsi sebagai pengantar zat gizi ke seluruh jaringan tubuh. Zat gizi, khususnya oksigen sangat diperlukan oleh tubuh dalam proses biokimia dan fisiologis. Anemia terkadang disebabkan kesalahan pola makan, atau kekurangan zat besi yang merupakan senyawa pembentuk hemoglobin. Penyakit kurang darah ini dapat pula disebabkan oleh sumsum tulang gagal membuat hemoglobin dalam kadar cukup. Penyakit Kurang darah berbeda dengan Tekanan Darah Rendah


Sabtu, 29 Juni 2013

Ginseng, Obat Herbal Paling Terkenal



Ginseng (panax ginseng) adalah tanaman bertinggi maksimum sekitar 60 cm yang tumbuh di pegunungan sejuk Asia Timur. Pertumbuhan tanaman ini sangat lambat, setelah bertahun-tahun tingginya tidak lebih dari 10 sampai 20 cm. Saat ini, Panax ginseng banyak ditanam di Korea, Jepang, Cina Utara dan Rusia Timur. Di Amerika juga terdapat ginseng jenis lain (panax quinquefolius) yang digunakan secara medis, namun dianggap kurang efektif.

Karena terbatasnya wilayah penanaman dan lamanya pertumbuhan, akar ginseng asli harganya sangat mahal. Banyak makanan dan minuman kesehatan yang mengklaim memiliki kandungan ginseng sebenarnya tidak mengandung ekstrak ginseng berkualitas. Bahkan, ada yang tidak ada kandungannya sama sekali. Karena itu, Anda tidak boleh percaya begitu saja dengan setiap klaim kandungan ginseng.photo © 2010 Marcelo Träsel | more info (via: Wylio) 

Kamis, 30 Mei 2013

Cerdas Menggunakan Obat Herbal


Obat-obatan herbal sudah ratusan bahkan ribuan tahun dipakai secara turun temurun untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Meski begitu, obat herbal tidak bisa dikonsumsi sembarangan.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 Kementrian Kesehatan RI, 59,12 orang Indonesia pernah mengonsumsi jamu atau herbal. Jenis tanaman yang berpotensi sebagai obat antara lain jahe, kunyit, temulawak, temu ireng, kencur, lengkuas, sambiloto, jati belanda, cabe jawa, dan lempuyang.

Kendati begitu, menurut Prof.Maksum Radji, pengunaan obat herbal belum bisa menggantikan obat modern. "Umumnya reaksi obat herbal berlangsung lambat, sehingga pada kasus-kasus darurat medik obat modern lebih baik digunakan karena reaksinya lebih cepat dalam mengatasi gejala atau menghilangkan rasa sakit tertentu," katanya.

Obat modern, menurut Guru Besar Tetap Farmasi Universitas Indonesia itu, meski diisolasi dari bahan alam, tetapi telah melalui kaidah pengujian yang komperhensif dan lengkap sehingga khasiat dan risikonya sudah distandarasisasi dengan baik.

Jumat, 19 April 2013

8 Kiat Konsumsi Obat Herbal



Obat-obatan tradisional berbahan herbal sejak lama menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia. Alam Nusantara memang sangat kaya akan bahan-bahan herbal, bahkan Indonesia disebut sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki keanekaragaman tumbuhan tertinggi di dunia.
Untuk meningkatkan konsumsi obat herbal, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghurfron Mukti sempat mengusulkan agar obat herbal dimasukkan ke dalam salah satu pengobatan yang dijamin dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Namun, obat herbal yang masih diproses secara tradisional atau rumahan belum dapat dipastikan jumlah kandungannya secara tepat, sehingga bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan jika penggunaannya tidak tepat.

 Untuk mencegah hal tersebut, simak kiat konsumsi obat herbal yang aman menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kamis, 31 Januari 2013

Cara Bijak Gunakan Obat Tradisional




Sepanjang sejarah, obat tradisional telah banyak membantu manusia. Bila digunakan dengan tepat, obat tradisional dapat menjadi solusi kesehatan yang aman.

Tetapi bila digunakan secara tidak tepat, obat tradisional seperti herbal dapat menimbulkan kerugian-kerugian. Untuk menggunakan obat tradisional secara bijaksana, penting untuk menyadari bahwa selalu ada unsur resikonya.

Mari kita lihat apa saja resiko yang harus diwaspadai ketika menggunakan obat tradisional. Meskipun obat tradisional seperti herbal lebih aman daripada obat-obatan farmasi modern, herbal bukannya tidak beresiko.

Maka, muncul pertanyaan, peringatan dan rekomendasi apa saja yang hendaknya dicamkan seseorang sewaktu mempertimbangkan pengobatan dengan obat tradisional?

Kewaspadaan dalam Memilih Obat Tradisional

Anda harus waspada terhadap obat tradisional yang Anda beli. Ada banyak kasus obat tradisional yang ditarik peredarannya dari pasaran karena terbukti mengandung bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan efek samping serius.

Salah satu cara mendeteksi keberadaan campuran bahan kimia dalam obat tradisional antara lain dengan mengamati kecepatan khasiatnya. Obat tradisional seperti herbal biasanya tidak berkhasiat secara instan, jika terjadi demikian patut dicurigai adanya tambahan zat kimia.

Pada tahun-tahun belakangan, juga terdapat laporan-laporan tentang produk obat tradisional yang tercemar logam berat dan kontaminan lainnya. Selain itu, ada produk-produk obat tradisional yang ternyata mengandung sedikit atau tidak sama sekali bahan yang tertera pada kemasannya.

Dari kasus-kasus di atas, jelaslah bahwa produk obat tradisional, juga obat lainnya, hendaknya dibeli di tempat-tempat yang tepercaya dan bereputasi baik. Ya, belilah dari sumber yang memiliki nama baik dan sudah memiliki izin edar. Dan jangan lupa, perhatikan juga masa kadaluarsanya.

Aturan Pakai Penggunaan Obat Tradisional

Sebuah buku panduan praktis tentang herbal berjudul The Complete Medicinal Herbal menyatakan, "Meskipun kebanyakan obat tradisional atau jamu pada dasarnya cukup aman, ini hendaknya digunakan dengan patut.

Jangan melebihi dosis yang disarankan, jangan meneruskan penggunaannya jika gangguan tidak mereda, atau malah memburuk, atau jika diagnosis yang tepat diragukan."

Ya, pastikan bahwa Anda mengerti dan mengikuti instruksi penggunaannya. Anda perlu mengetahui seberapa banyak obat yang harus diminum, kapan meminumnya, dan untuk berapa lama. Anda juga perlu mengetahui makanan, minuman, dan obat-obat lain apa atau aktivitas apa yang harus dihindari sewaktu meminum obat herbal.

Keadaan Tak Memungkinkan untuk Menggunakan Obat Tradisional

Peringatan lain, penggunaan obat tradisional sangat beresiko bagi orang-orang tertentu. Orang-orang yang minum obat tradisional tertentu hendaknya berhati-hati sewaktu hendak menjalani prosedur medis yang membutuhkan anestesi.

Dr. John Neeld, presiden Perkumpulan Anestesiolog Amerika, menjelaskan, "Berdasarkan pengalaman, telah dilaporkan bahwa beberapa jenis tanaman obat populer, termasuk Ginseng, dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah. Itu dapat sangat berbahaya sewaktu anestesi diberikan."

Sabtu, 26 Januari 2013

Kelebihan dan Kekurangan Obat Tradisional vs Obat Kimia




Dalam memutuskan pengobatan dan obat apa yang akan digunakan, tradisional atau kimia, masing-masing harus memikirkan kebutuhan dan situasi serta kondisi yang sedang dihadapi. Mengapa?

Salah satu alasannya adalah reaksi dan cara kerja yang berbeda antara kedua herbal tersebut. Berikut ini adalah beberapa fakta dan perbandingan yang harus diingat ketika Anda hendak memutuskan obat jenis apa yang ingin Anda gunakan.

Tabel Perbandingan Obat Tradisional dan Obat Kimia

A. Obat Tradisional                      
1. Harganya terjangkau                        
2. Efek samping relatif kecil bahkan ada yang sama sekali tidak menimbulkan efek samping jika digunakan secara tepat.
3. Reaksinya lambat.
4. Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh.
5. Efektif untuk penyakit kronis yang sulit diatasi dengan obat kimia.
6. Terapi sampingan: Diet terhadap makanan tertentu.

B. Obat Kimia

  1. Harga relatif mahal karena faktor impor.
  2. Efek samping pengobatan lebih sering terjadi.
  3. Reaksinya cepat.
  4. Hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh.
  5. Relatif kurang efektif untuk penyakit kronis
  6. Terapi sampingan: diet terhadap makanan tertentu dan perlakuan tertentu pada tubuh seperti bedah atau operasi dan manajemen stres.


Bila Anda bertanya, mana yang lebih baik antara obat tradisional dan obat kimia, jawabannya bergantung pada situasi dan kondisi Anda. Karena reaksi obat tradisional yang lambat, pada kasus darurat seperti perdarahan misalnya, obat kimia lebih baik digunakan karena reaksinya yang lebih cepat dalam mengatasi gejala dan meredam rasa sakit.

Hal yang sama berlaku untuk penanganan pasien pada kasus penyakit akut seperti kanker stadium akhir. Karena bersifat darurat, pengobatan konvensional seperti operasi dan bedah lebih efektif karena relatif cepat.

Dalam kondisi tersebut, jika pasien menginginkan, obat tradisional dapat tetap diberikan tetapi tidak dapat digunakan secara tunggal melainkan dapat dikombinasikan penggunaannya bersama obat kimia dan obat medis lainnya yang diperlukan.

Pada saat seperti itu, fungsi obat herbal lebih dititikberatkan pada peningkatakan efektifitas pengobatan sekaligus mengurangi efek samping yang ditimbulkan obat kimia.

Berbeda halnya pada pasien dengan kondisi yang boleh dikatakan masih aman. Penggunaan obat herbal masih dapat digunakan secara tunggal atau jika diinginkan, dapat juga dikombinasikan dengan obat kimia untuk meningkatkan efektifitas pengobatan tentunya dengan memberi selang waktu pemakaian antara kedua jenis obat tersebut.

Mengapa kecepatan reaksi kedua jenis obat tersebut bisa berbeda? Jawabannya berkaitan dengan mekanisme kerja kedua jenis obat tersebut. Seperti yang telah disinggung dalam tabel di atas, obat kimia bekerja dengan menghilangkan gejala atau penyebab dan meredam rasa sakit.

Menurut Dr Amarullah H Siregar obat-obatan kimia lebih banyak bertujuan untuk mengobati gejala penyakitnya, tetapi tidak menyembuhkan sumbernya. Intinya, obat kimia hanya mampu memperbaiki beberapa sistem tubuh.

Berbeda halnya dengan obat tradisional yang bekerja langsung pada sumbernya dengan memperbaiki keseluruhan sistem tubuh yakni dengan memperbaiki sel-sel, jaringan, dan organ-organ tubuh yang rusak serta dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan penyakit.

Contohnya, Meniran (Phyllanthus urinaria) yang memiliki efek seperti antibiotik. Ia tidak langsung membunuh kuman, namun mengaktifkan kelenjar di dalam tubuh yang menghasilkan sel-T yang merupakan pembunuh alami kuman.

Perhatikan, dalam contoh tersebut, Meniran tidak bekerja langsung menghentikan serangan kuman tetapi dengan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kuman.

Tak heran, bila dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk merasakan efek obat herbal dibandingkan jika kita menggunakan obat kimia. Meskipun demikian, keunggulan obat tradisional adalah efek sampingnya yang relatif lebih kecil bahkan ada yang tidak memiliki efek samping sama sekali jika digunakan secara tepat.

Alasan utamanya adalah dikarenakan sifat bahan obat tradisional yang alami sehingga dapat dicerna oleh tubuh. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menggunakan obat tradisional, ada baiknya Anda mengenal bentuk-bentuk sajian obat tradisional yang ada.


Sumber : deherba



Sejuta Manfaat Ikan Salmon untuk Tubuh



MAKAN salmon disebut-sebut memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Tapi sebenarnya, apa saja manfaat makan ikan salmon?

Manfaat ikan salmon bagi kesehatan sangat banyak sekali, itulah alasan mengapa banyak produk kesehatan yang menggunakan ikan salmon. Seperti jenis iklan air asin lainnya, salmon kaya akan protein dan begitu populer di Jepang. Bahkan berbagai penelitian yang dilakaukan oleh para pakar kesehatan telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan salmon dapat membantu Anda selalu nampak awet muda dan sehat, hal ini disebabkan kandungan asam lemak yang terdapat di dalam ikan yang memiliki nama latin Oncorhynchus mykiss. Kandungan protein dalam ikan ini sangat mudah untuk untuk mencerna dan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh. Asam amino dalam ikan salmon sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak anda. Manfaat ikan salmon yang paling utama adalah adanya kandungan lemak baik yang yaitu Omega-3 Vitamin A, B dan D serta kalsium mineral, besi, fosfor dan selenium.

Ikan salmon menjadi primadona lantaran kandungan omega-3 yang tinggi di dalamnya. Berikut beberapa manfaat makan ikan salmon, sebagaimana dilansir Healthylifeclub.


  • Meningkatkan fungsi otak dan memori
 Vitamin A dan asam-asam amino yang ditemukan dalam ikan salmon sangat efisien dalam merangsang aktivitas otak dan membuat fungsi memori Anda secara optimal. Komponen ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan sel otak.


  • Meningkatkan metabolisme
 Salmon mengandung nutrisi yang memfasilitasi penyerapan gula dalam tubuh dan dalam proses ini dikenal sebagai pengendali diabetes terbaik dan pengendali gula darah.


  • Pengembangan otot
 Salmon mengandung protein dan asam amino yang merupakan blok bangunan terbaik untuk pengembangan otot. Nutrisi ini juga terkenal untuk mengembangkan jaringan tubuh.


  • Mencegah serangan jantung
 Serangan jantung terutama disebabkan oleh tingginya tingkat kolesterol dalam tubuh. Tingkat kolesterol yang tinggi pada gilirannya menyebabkan peningkatan tekanan darah yang menyebabkan pembuluh darah mengeras, sehingga terjadilah serangan jantung. Agar Anda tak menjadi korban serangan jantung, salmon merupakan makanan terbaik untuk dikonsumsi. Karena umumnya, salmon mengurangi masalah kardiovaskular.


  • Mengurangi peradangan
 Pembekuan darah bisa sangat berbahaya dan kadang-kadang menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Salmon mengurangi kemungkinan pembekuan darah, maka sepenuhnya menghilangkan risiko stroke, radang sendi darah, atau kanker.


  • Mengurangi depresi
 Salmon merupakan salah satu depresan terbaik yang pernah tersedia di pasar. Hal ini karena mereka mengandung omega-6 yang sangat efektif dalam mengurangi depresi dan jenis-jenis stres.


  • Meningkatkan daya pandang mata
 Lemak omega-3 yang terdapat di dalam salmon membantu dalam memerangi masalah kronis mata kering, sehingga meningkatkan pandangan Anda selama usia tua.