Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2016

6 Perilaku yang "Menular"




Ada beberapa perilaku yang bisa menular lebih cepat dibandingkan virus flu di sebuah komunitas. Tertawa dan menguap adalah salah satunya. Perilaku yang menular adalah fenomena yang sudah banyak didokumentasikan dalam psikologi.

Otak kita sudah terhubung untuk interaksi sosial dan ikatan. Meniru sebuah tindakan yang kita lihat di sekitar kita adalah cara alamiah untuk menunjukkan kita berempati dan memahami perasaan orang lain.

Berikut adalah beberapa contoh perilaku yang mungkin kita tirukan dari teman atau rekan kerja kita.

1. Mengambil risiko

Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa sekelompok remaja laki-laki sering melakukan hal-hal yang tampak bodoh. Perilaku berani mengambil risiko ternyata memang menular. Dalam penelitian, kebaranian mengambil risiko bisa memengaruhi orang lain hanya melalui pengamatan saja.

2. Menguap

Mungkin Anda sudah tahu bahwa menguap bisa "menular", bahkan anjing pun ikut-ikutan menguap ketika tuannya menguap. Hal itu merupakan tanda empati dan bentuk dari ikatan sosial. Walau begitu, orang-orang yang kesulitan merasakan empati biasanya tidak mudah "tertular" perilaku menguap.

3. Tertawa dan tersenyum

Menurut penelitian, otak kita merespon suara tawa dan secara otomatis ikut melakukannya, bahkan saat kita tidak mendengar sebuah lelucon atau terlibat dalam percakapan. Demikian juga halnya dengan tersenyum. Saat kita sedang bersama dengan seseorang dan ia tersenyum, ekspresi dari wajahnya seolah mengatakan "cobalah" untuk merasakan emosi yang sama.

4. Tidak sopan

Sayangnya, bukan hanya perilaku positif yang bisa menular. Bersikap tidak sopan pada rekan kerja juga bisa diikuti oleh orang di sekitar kita. Sikap kasar dan tidak sopan pada teman kerja sebenarnya memiliki pengaruh yang besar di sebuah lingkungan kerja. Tetapi, kebanyakan orang bersikap toleran pada perilaku ini.

Kamis, 14 April 2016

Senang Menimbun Barang Tak Terpakai? Mungkin Gejala Penyakit "Hoarding"




Coba cek lemari atau rak di rumah Anda, berapa banyak barang yang sebenarnya sudah tak terpakai, tetapi Anda enggan membuangnya karena takut jika suatu saat barang-barang itu masih akan dipakai lagi? Bila Anda gemar menumpuk barang, bisa jadi sebenarnya Anda menderita penyakit hoarding.

Penyakit hoarding, seperti dikutip dari Mayo Clinic, adalah perilaku sulit berpisah atau membuang barang. Keinginan menyimpan barang ini sangat kuat, tak peduli nilai barang tersebut. Para ahli mengelompokkan perilaku ini sebagai salah satu gangguan kejiwaan.

Ciri khas dari orang yang memiliki penyakit hoarding adalah rumahnya penuh dengan timbunan barang-barang sehingga terkadang untuk duduk atau jalan pun susah karena semua tempat sudah "dikuasai" barang-barang. Sebagian orang ada juga yang memelihara lusinan hewan peliharaan, tetapi malas mengurusnya.

5 Gangguan Kesehatan yang Disebabkan Stres




Walau stres merupakan kondisi emosional, nyatanya hal itu sangat memengaruhi kondisi fisik kita. Tak sedikit penyakit yang dialami tubuh ternyata dipicu oleh stres.

Bila Anda mengalami beberapa gejala ini, kemungkinan besar penyebabnya adalah stres berkepanjangan yang belum tuntas diselesaikan.

1. Ruam merah dan gatal
Bila kulit Anda mendadak dipenuhi oleh ruam kemerahan dan juga gatal, penyebabnya tak selalu alergi tapi juga stres. Ketika tubuh mengalami stres yang berlebihan (baik jangka pendek atau panjang), sistem imun akan kacau dan tubuh mulai melepaskan histamin untuk melawan "musuh".

Jika stres belum juga reda, kita akan mengalami reaksi alergi dan gejalanya biasanay dirasakan di kulit. Ketika sistem imun kita lemah akibat stres, kulit juga mudah iritasi oleh hal-hal yang sebelumnya tidak membuat sensitif, misalnya saja sabun, udara panas atau dingin, losion, atau sabun deterjen.

2. Berat badan berfluktuasi
"Stres memicu pelepasan hormon kortisol, yang mengganggu kemampuan tubuh memproses gula darah dan juga mengubah cara metabolisme lemak, protein, dan kaborhidrat, sehingga berakibat berat badan naik atau turun," kata Shanna Levine, dokter umum.

Stres juga membuat seseorang memiliki pola makan tidak sehat, baik itu berlebihan atau justru kehilangan nafsu makan.

3. Nyeri kepala berulang
Bila sebelumnya Anda jarang menderita nyeri kepala tapi belakangan ini kepala sering terasa berat dan nyeri, bisa jadi Anda stres. Hormon-hormon stres bisa menyebabkan perubahan di saraf dan pembuluh darah otak, sehingga memicu sakit kepala. Ketika stres, otot-otot juga lebih tegang sehingga memicu sakit kepala.

Jumat, 27 November 2015

Membedakan Stres dengan Gangguan Jiwa




Sebenarnya, stres merupakan tekanan yang membuat orang harus beradaptasi menghadapinya untuk dapat bertahan hidup.


Stres seringkali diartikan sama dengan gangguan jiwa, padahal stresbukanlah gangguan jiwa. Faktanya stres dapat dialami oleh siapa saja danmerupakan bagian dari kehidupan manusia. Mengapa kita perlu mengenal stres?Karena stres dapat berkembang menjadi gangguan jiwa bila tidak ditanganidengan baik

Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

Saat melihat orang berperilaku aneh, biasanya orang tersebut disebut "stres". Padahal, mungkin saja perilaku tak biasa tersebut sebenarnya merujuk pada gangguan jiwa. Memang masih banyak orang yang salah kaprah mengenai gangguan yang satu ini.

Dokter spesialis kejiwaan dari Divisi Psikiater Anak dan Remaja Departemen Psikiatri FKUI/RSCM, Tjhin Wiguna mengatakan, stres hanyalah ungkapan awam yang merujuk pada gangguan jiwa. Sebenarnya, stres merupakan tekanan yang membuat orang harus beradaptasi dalam menghadapinya untuk dapat bertahan hidup.

Kamis, 26 November 2015

Sembuh dari Gangguan Cemas Tanpa ke Psikiater, Mungkinkah?



Judul tulisan di atas pasti bisa dijawab oleh sebagian besar orang yang mempunyai masalah gangguan kecemasan tapi belum berkesempatan untuk datang ke psikiater. Gangguan cemas memang bisa sembuh tanpa harus ke psikiater, tentunya derajat keparahan gangguan cemasnya masih ringan sampai dengan sedang.

Saat saya sedang mengikuti pelatihan pengobatan gangguan kejiwaan yang diselenggarakan oleh Institute of Brain Medicine di Philipina tahun 2012, Prof Brian E.Leonard sebagai salah satu pembicara mengatakan gejala gangguan kecemasan pada pasien muncul jika kondisi adaptasi otak terhadap stres tersebut sudah tidak dapat diandalkan lagi.

Lebih jauh beliau mengatakan bahwa terjadinya ketidakseimbangan sistem di otak orang yang mengalami gangguan kecemasan sudah jauh terjadi sebelum gejala kecemasan itu muncul. Saat mulai terjadi ketidakseimbangan yang berat baru gejala itu muncul, bukan di awal mulanya kejadian itu ada.

Hal itu tentunya menjadi pemikiran kepada kita bahwa kondisi gangguan cemas tentunya bisa dicegah terjadinya jika kita memahami apa yang menjadi sumber stresor pemicu gangguan kecemasan.

Rabu, 28 Oktober 2015

Olahraga Kuno Yang Bisa Atasi Berbagai Penyakit




Info Sehat – Gerakan yang lambat dan mengalir dari tai chi, sebuah olahraga kuno dari China, telah terbukti memiliki banyak manfaat bagi orang lanjut usia dengan penyakit kronik.

Secara spesifik, mereka yang menderita kanker payudara, gagal jantung, osteoartritis, dan juga penyakit paru obstruktif kronik, mengalami peningkatan dalam kekuatan, keseimbanga dan postur tubuh. Manfaat nyata yang dirasakan adalah rasa nyeri berukurang dan pernapasan lebih lancar.

“Jika Anda sudah tua dan memiliki satu dari penyakit tersebut, tai chi dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan level kebugaran,” kata peneliti senior Darlene Reid, profesor dan kepala departemen terapi fisik di Universitas of Toronto, Kanada.

Gerakan Taichi



Tai chi adalah rangkaian gerakan yang lembut dan mengalir. Meski terlihat lembut, tapi jika dilakukan teratur olahraga ini akan meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, postur, dan kelenturan.

Pada tingkatan fisik Taichi adalah serangkaian gerakan yang memang disengaja dilakukan dengan lambat dan hati-hati. Latihan menekankan pada gerakan yang tepat, pernapasan, dan juga kesadaran.

Pada zaman sekarang, taichi justru dikenal sebagai seni bela diri yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Gerakan yang perlahan dan berisiko rendah menjadikan taichi sebagai latihan yang ideal bagi orang tua ataupun mereka yang kesulitan secara fisik. Taichi dipraktekkan tak hanya sebatas olaharaga tetapi juga kualitas estetika dengan komponen spiritual bersahaja, menggabungkan konsep Cina yin-yang dan chi, atau aliran energi.

Senin, 26 Oktober 2015

Sembuh dari Gangguan Cemas Tanpa ke Psikiater, Mungkinkah?




Judul tulisan di atas pasti bisa dijawab oleh sebagian besar orang yang mempunyai masalah gangguan kecemasan tapi belum berkesempatan untuk datang ke psikiater. Gangguan cemas memang bisa sembuh tanpa harus ke psikiater, tentunya derajat keparahan gangguan cemasnya masih ringan sampai dengan sedang.

Saat saya sedang mengikuti pelatihan pengobatan gangguan kejiwaan yang diselenggarakan oleh Institute of Brain Medicine di Philipina tahun 2012, Prof Brian E.Leonard sebagai salah satu pembicara mengatakan gejala gangguan kecemasan pada pasien muncul jika kondisi adaptasi otak terhadap stres tersebut sudah tidak dapat diandalkan lagi.

Lebih jauh beliau mengatakan bahwa terjadinya ketidakseimbangan sistem di otak orang yang mengalami gangguan kecemasan sudah jauh terjadi sebelum gejala kecemasan itu muncul. Saat mulai terjadi ketidakseimbangan yang berat baru gejala itu muncul, bukan di awal mulanya kejadian itu ada.

Jumat, 23 Oktober 2015

INI Penjelasan Ilmiah Seputar MARAH dan Apa Akibatnya untuk Tubuh Kita




Marah sendiri merupakan emosi alami yang biasa terjadi pada setiap orang. Jika emosi marah dikendalikan, maka tidak akan membawa efek buruk, namun jika lepas kendali begitu saja, maka fisik dan mental kita akan mendapat efek buruknya. Marah yang dilarang yaitu marah yang memperturutkan hawa nafsu.

Menurut berbagai artikel kesehatan jantung akan berpacu dan memompa mendadak saat kita marah, dimana jantung merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh, sehingga saat jantung mengalami gangguan, maka peredaran darah ke seluruh tubuh pun tidak akan normal. Selain itu, apabila dalam pembuluh-pembuluh darah kita mengalami penyumbatan, maka kerja jantung pun semakin berat.

Para ilmuwan berkata, apabila seseorang marah, maka badannya akan responsif terhadap tekanan. Dalam keadaan tertekan, badan akan menghasilkan hormon tekanan atau kortisol. Kortisol berfungsi menghasilkan tenaga untuk tujuan "survival", meningkatkan fungsi memori, meningkatkan pertahanan tubuh, mengurangi sensitifitas terhadap rasa sakit dan menjaga homeostasis tubuh.

Apabila seseorang marah, kortisol akan dikeluarkan dalam jumlah berlebihan sehingga tekanan darah meninggi, selain itu kortisol yang berlebih akan menyebabkan arteriosklerosis, yaitu penggumpalan plak lemak pada dinding pembuluh darah dan menyebabkan jantung koroner.

Menurut penelitian yang di lakukan oleh jurusan Kardiologi Amerika, melalui jurnal yang mereka terbitkan, disebutkan bahwa marah dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung koroner akut sebesar 19% bagi seseorang yang tidak punya penyakit jantung, dan sebesar 24% bagi seseorang yang memang punya penyakit jantung sebelumnya.

Kamis, 22 Oktober 2015

Pentingnya Menyediakan Waktu Bersama Anak



Jika anak merupakan prioritas hidup yang penting bagi orangtua, salah satu yang perlu dilakukan orangtua adalah menyediakan waktu bersama-sama dengan anak mereka. Adalah sebuah kebohongan saat orangtua mengatakan bahwa anak adalah prioritas hidupnya namun dia tidak pernah memiliki waktu yang dihabiskan bersama dengan anak-anaknya dalam sehari-hari. Penyediaan waktu bersama dengan anak setidaknya perlu memperhatikan dua aspek penting yakni kuantitas dan kualitas. Kuantitas merujuk pada seberapa banyak dan seberapa sering orangtua menyediakan waktu bersama anak-anak mereka.

Tentu saja semakin positifnya aspek kuantitas ini tergantung pada semakin banyak dan semakin seringnya waktu yang disediakan. Sementara itu, kualitas merujuk pada nilai atau mutu dari kebersamaan yang terjadi. Semakin tinggi nilai atau mutu kebersamaan tersebut akan ditandai dengan semakin positifnya perkembangan anak dan juga orangtua. Di zaman sekarang ini, menyediakan waktu bersama anak bukanlah perkara mudah bagi orangtua.
  • Alasan pertama adalah kesibukan kerja orangtua. Semakin meningkatnya tuntutan kebutuhan sosial ekonomi mendorong bertambahnya waktu kerja. Tambah lagi, berbeda dengan dahulu, sekarang ini tidak hanya salah orangtua yang bekerja namun kedua orangtua. Hal tersebut menyebabkan terancamnya penyediaan waktu untuk anak-anak mereka.
  • Alasan kedua sulitnya menyediakan waktu bersama anak adalah semakin besarnya aspirasi para orangtua akan hobi, kesenangan, dan kebutuhan dirinya sendiri yang otomatis akan menyita waktu yang dimilikinya. Sekarang ini banyak ditemukan orangtua yang menghabiskan waktunya untuk melakukan hobi dan kesenangan dirinya. Selain hobi-hobi individual, banyak juga yang menghabiskan waktunya untu melakukan hobi yang berhubungan dengan orang lain misalnya yang banyak terjadi adalah kesibukan menjalin relasi di dunia maya (lewat facebook, whatsapp, dsb).
Menyediakan waktu bersama anak sendiri memiliki beberapa manfaat :

Rabu, 21 Oktober 2015

Cara Mendidik Anak Agar Lebih Pintar Dan Cerdas




Suatu kebanggaan bagi orang tua jika memiliki anak yang pintar dan cerdas. Namun mungkin para orang tua sempat kebingungan terhadap anak yang terlalu sering bertanya. Di artikel ini, mari ketahui cara-cara berfikir anak agar dapat mendidik anak dengan cara memasuki dunia mereka. Ketahui bahwa anak bereksplorasi dan mendapatkan pengetahuan dengan bertanya. Keingintahuan yang teramat sangat tinggi membuat mereka menjadi berani mencoba sesuatu hal baru. Dengan bentuk, mereka belajar mempelajari suatu benda. Dengan lagu, mereka belajar berkosa kata. Dan dengan warna mereka belajar menggambar. Sebegitu pintarnya mereka, hingga terkadang orang tua yang tidak memiliki kesabaran ekstra akan merasa capek dengan kelakuan anak mereka. Namun tidak usah kuatir, hal-hal itu hanya salah satu ciri perkembangan otak anak dan anda sebagai orang tua hanya bertugas mendidik anak agar anak tidak salah informasi.

Berikut ini Cara Mendidik Agar Lebih Pintar Dan Cerdas :

1. Beri Minum ASI



Sudah banyak penelitian yang menyatakan ASI mengandung banyak gizi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh sikecil. ASI sangat bebas bakteri dan memiliki suhu yang normal sehingga sangat cocok untuk bayi, selain itu ASI dapat meningkatkan kecerdasan otak bayi dan meningkatkan antibody pada bayi. Selama proses menyusui, proses pendekatan bayi dengan Ibu akan lebih intim. Dan ketika bayi menginjak kanak-kanak, otaknya akan lebih pintar dibanding dengan bayi yang tidak diberi ASI.

2. Berbicaralah 
Sejak masih bayi, bahkan dimasa kandungan ajaklah bayi berbicara seseing mungkin. Seorang peneliti dari Sydney University mengatakan bahwa jika ingin mengajak berbicara pada bayi tidak harus dengan pujian atau guyonan. Meskipun seorang bayi belum bisa berbicara, tetapi terkadang mereka dapat merespon perkataan anda dengan sebuah ekspresi. Bukan hanya itu, otak bayi mengalami penyerapan sebegitu pesat hingga semakin lama banyak kosakata yang dipelajari. Sebagai contoh, bila anda memanggil nama bayi tersebut tidak akan lama bayi akan menoleh bila dipanggil namanya. Hal ini terbukti otak bayi menyerap semua perkataan yang didengar.

3. Membacakan Cerita
Dengan mengajak bermain pada si buah hati akan menambah keintiman hubungan antara orang tua dan anak. Selain mempercepat proses belajar lewat bermain, anak juga akan menemukan hal-hal baru, dengan bertambah kemampuan otaknya, mengenali bakatnya, bermain juga dapat menambah kebutuhan emosionalnya, dan mendapatkan hal-hal baru. Contoh-contoh permainan yang baik untuk perkembangan otak anak, adalah puzzle, teka-teki silang, menggambar, bermain musik, ketapel, dan lain sebagainya. Ada juga permainan online, angry bird, dan game yang diasah untuk mengingat otak si buah

4. Ikut Bermain
Dengan mengajak bermain pada si buah hati akan menambah keintiman hubungan antara orang tua dan anak. Selain mempercepat proses belajar lewat bermain, anak juga akan menemukan hal-hal baru, dengan bertambah kemampuan otaknya, mengenali bakatnya, bermain juga dapat menambah kebutuhan emosionalnya, dan mendapatkan hal-hal baru. Contoh-contoh permainan yang baik untuk perkembangan otak anak, adalah puzzle, teka-teki silang, menggambar, bermain musik, ketapel, dan lain sebagainya. Ada juga permainan online, angry bird, dan game yang diasah untuk mengingat otak si buah

Senin, 19 Oktober 2015

Ingin Anak Pintar, Buatlah Mereka Selalu Tertawa




Seringlah memperlihatkan tingkah yang lucu di depan anak-anak guna membantu meningkatkan segala aspek yang mereka butuhkan. Termasuk memori, yang bisa membuat mereka lebih pintar.

Sejumlah bayi berusia 18 bulan dijadikan `kelinci percobaan` peneliti dari Paris West University Nanterre La Defense bernama Rana Esseily. Mereka dibagi dua kelompok, sekedar bermain dan kelompok di mana orangtua mereka juga melemparkan mainan tersebut ke lantai yang membuat anak mereka terbahak-bahak.

Anak yang tertawa dapat mengulang tindakan itu seorang diri ketimbang anak yang tidak diajak bercanda oleh orangtua mereka. "Ketika mereka tertawa, mereka juga tersenyum. Tadanya mereka terlibat dengan lingkungan sekitar," kata Rana dikutip dari situs Times of India, Rabu (9/9/2015)

Kamis, 15 Oktober 2015

SULIT FOKUS DAN KONSENTRASI ? MUNGKIN HAL INI PENYEBABNYA




Kita semua pasti pernah memiliki satu hari, atau mungkin satu minggu, di mana sulit sekali memfokuskan diri pada satu pekerjaan. Baru saja membaca satu situs berita, satu menit kemudian Anda sudah membuka email dan membalas satu surat yang masuk, tapi belum juga menekan tombol kirim Anda beralih membuka akun media sosial.

Ketika sedang tidak fokus seperti itu semua hal seolah tidak bisa diselesaikan. Tetapi sebenarnya hal itu bukan sepenuhnya salah Anda. Penelitian menunjukkan ada banyak hal yang membuat perhatian kita mudah teralihkan.

Berikut adalah beberapa penyebab Anda sulit fokus:

1. Kurang tidur
Tidur memiliki efek sangat besar pada kemampuan Anda memusatkan perhatian. Anak-anak yang sulit tidur akan kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah. Tidur malam yang cukup juga membantu Anda fokus dalam bekerja.

2. Alamiah
Manusia pada dasarnya memang rentan pada distraksi. Kita bereaksi pada sebuah informasi baru, dan ini adalah insting bertahan hidup. Penelitian juga menunjukkan lingkungan tempat kita dibesarkan berpengaruh pada kemampuan kita memusatkan perhatian. Orangtua yang sering menginterupsi anaknya saat bermain juga bisa merusak kemampuan anak memusatkan perhatian.

3. Teknologi modern
Ponsel, email, aplikasi pesan, dan media sosial, semuanya berebut perhatian kita sehingga agak sulit bagi kita untuk fokus pada satu hal saat bekerja. Rata-rata para pekerja mengubah apa yang sedang dikerjakannya setiap tiga menit, dan sekali teralihkan diperlukan waktu 30 menit untuk kembali ke tugasnya semula.

4. Ruangan berantakan
Meja kerja yang rapi, bersih, dan tenang, ternyata sangat membantu kita untuk fokus.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Makan karena Emosi, Cari Sebab dan Solusinya

Emotional eating adalah dorongan untuk makan atau rasa lapar yang timbul karena dorongan emosi. Orang yang mengalami emotional eating menjadikan makanan sebagai cara pelampiasan emosinya, seperti kemarahan, dendam, kekecewaan, ketakutan, kecemasan, atau emosi negatif lainnya



Orang yang sering makan setiap kali merasa emosi (emotional eating) kerap dikaitkan dengan masalah kontrol diri. Faktanya, tak semudah itu mengaitkan emotional eating dengan masalah disiplin diri.

Menurut Jennifer Kromberg, Psy, psikolog klinis di California mengatakan ada lima hal yang memberikan kontribusi besar terhadap masalah emotional eating.

Kenali lima hal yang menyebabkan orang sulit mengontrol keinginan makan kala emosi dan fokus pada solusi.

1. Sikap tidak peduli
Keinginan makan yang dipengaruhi faktor emosi merupakan dampak dari minimnya kepedulian seseorang terhadap makanannya. Terapis menyebutnya makan tanpa sadar. Jadi, meski baru saja selesai makan, seseorang masih memasukkan makanan lain ke mulutnya hanya karena makanan tersebut tersedia di depannya.

Kalau Anda mengalami hal ini, solusinya adalah mulai segera pedulikan apa pun yang masuk ke mulut Anda. Kromberg menyarankan lakukan kebiasaan memedulikan makanan secara perlahan, dan jangan menghakimi diri sendiri saat mulai memperbaiki diri dengan cara ini.

2. Makanan sebagai kesenangan pribadi
Tak sedikit orang mengakhiri harinya yang sibuk dengan makanan kesukaan. Kesenangan pribadi menjadi alasan di balik mengonsumsi makanan favorit ini. Misalnya, setelah sibuk seharian bekerja, malam hari Anda rutin makan es krim. Menjadikan makanan sebagai sumber kesenangan menimbulkan masalah emotional eating.

Tapi mengapa makanan sumber kesenangan ini menjadi pilihan banyak orang untuk melepas penat? Kromberg mengatakan banyak sumber menyebutkan makanan kaya gula dan lemak merilis opioid dalam otak. Opioid adalah bahan aktif dalam kokain, heroin, dan narkotika. Jadi memang ketika makan es krim atau keripik kentang yang kaya gula dan lemak, Anda akan mendapatkan efek dari terlepasnya opioid yakni muncul rasa menenangkan.

Untuk mengatasi masalah ini, Kromberg menyarankan cari sumber kesenangan lain di luar makanan. Sumber lain barangkali tidak akan memberikan efek menenangkan seperti es krim misalnya. Namun, jika ingin mengatasi masalah emotional eating, Anda harus mulai bersikap lebih toleran terhadap perasaan yang tidak menyenangkan.

3. Kesulitan mengatasi perasaan negatif
Seseorang yang kesulitan mengatasi perasaan buruk atau negatif, cenderung akan mengalami masalah emotional eating.

Solusinya, berlatihlah melepaskan perasaan tak nyaman karena sesuatu hal, saran Kromberg. Dengan kata lain, mulailah belajar mengatasi rasa sedih, marah, bosan atau hal negatif lainnya yang mau tak mau akan selalu datang setiap harinya. Jika Anda bisa menguasai perasaan negatif ini, Anda akan terhindar dari perilaku buruk, salah satunya kebiasaan makan.

4. Membenci tubuh sendiri
Tak puas dengan tubuh sendiri punya dampak besar terhadap masalah emotional eating. Bahkan sikap inilah yang menjadi sumber utama masalah kebiasaan makan karena dorongan emosi.

Banyak orang akan mencintai tubuhnya kala berhasil menurunkan berat badan. Ini bukan solusi bagi Kromberg. Ia lebih menyarankan agar siapa pun yang membenci tubuhnya, agar mulai berhenti mencaci maki diri sendiri sebelum terjebak dalam lingkaran emotional eating.

Tak mudah dan terbilang rumit memang mengatasi masalah penerimaan diri ini. Setiap orang memiliki kasus yang unik terkait masalah ini. Jadi, bagi Kromberg penanganan masalah citra tubuh ini harus melalui tahapan yang sifatnya personal, sehingga tak ada solusi yang sifatnya berlaku umum.

5. Psikis
Membiarkan diri Anda merasa sangat lapar atau sangat lelah, menjadi jalan mulus untuk masalah emotional eating. Tubuh saat lapar dan lelah, akan mengirim pesan kuat ke otak memberi sinyal makan. Tapi karena Anda menunda makan atau istirahat, yang muncul kemudian adalah perilaku makan yang tidak normal. Anda akan cenderung lebih sering ngemil dan tak bisa menguasai diri untuk tidak makan akibat masalah psikis.

Solusinya mudah saja, atasi masalah psikis ini dengan memberikan hak pada tubuh untuk istirahat tanpa harus menunggu kelelahan. Juga berikan asupan kepada tubuh dengan porsi tepat, sesuai aturan makan yang baik. Jadikan kebiasaan makan yang baik dan istirahat cukup sebagai prioritas dalam keseharian jika Anda ingin benar-benar mengatasi masalah emotional eating.

Cara Mengatasi Emotional Eating

Kamis, 08 Oktober 2015

Lakukan Ini Agar Mood Lebih Baik di Pagi Hari




 Memiliki tubuh yang sehat dan perasaan hati yang baik sebenarnya bisa kita mulai sejak sebelum tidur dan bangun tidur pagi. Penelitian juga menunjukkan, orang yang bangun pagi memiliki banyak keuntungan positif, mulai dari rasa lebih bersemangat, bahagia, hingga mempercepat penurunan berat badan.

Sayangnya, tak semua orang terbiasa bangun pagi. Terlebih jika malam sebelumnya kita bekerja sampai malam dan kurang tidur. Bangun pagi terasa seperti beban. Untuk menyiasatinya, sebenarnya kita bisa melakukan hal-hal sederhana ini.

1. Menyiapkan segalanya
Agar pagi tidak membuat Anda stres, siapkan pakaian yang akan dipakai besok, kemas tas, dan buat sarapan sebelum tidur. Dengan mengerjakan itu semua, Anda bisa mengurangi tekanan serta daftar tugas yang perlu dikerjakan di pagi hari, jadi Anda bisa lebih santai saat bangun tidur.

2. Mengatur ulang jam tidur
 Anda akan merasa lebih baik esok hari jika sebelumnya tidur sekitar 7-8 jam, tak peduli jam berapa Anda bangun. Jam tidur maju lebih cepat tidak berarti  lebih baik. Jika Anda biasanya tidur tengah malam dan bangun pukul 7 tetapi ingin bangun satu jam lebih awal, jangan paksa diri Anda tidur pukul setengah sepuluh malam. Anda bisa menatap dinding atas kamar sampai tiba waktu rutin Anda untuk tidur. Untuk membiasakannya, pindahkan jam tidur 15 menit tiap malam secara bertahap sampai mencapai  target Anda.

3. Cium wangi bunga
Orang-orang yang melihat bunga pertama kali di pagi hari dilaporkan menjadi lebih ceria dan berenergi, menurut penelitian di di Harvard University. Bahkan, saat kita mengagumi mekarnya bunga rasa cemas akan berkurang dan kita pun lebih pengertian sepanjang hari. Cobalah untuk menaruh satu buket bunga di meja kamar atau meja dapur Anda.

4. Menyetel lagu
Langsung menonton berita di televisi usai bangun tidur justru akan membuat Anda lebih stres di pagi hari. Buat aturan, seperti tidak ada berita pagi atau tidak mengecek e-mail setidaknya 30 menit setelah bangun. Sementara itu, coba setel lagu favorit Anda. Penelitian di Knox College menemukan bahwa mendengarkan lagu bertempo cepat bisa meningkatkan suasana hati secara signifikan.

Senin, 21 September 2015

Penyebab Stres Ibu Hamil Dan Cara Mengatasinya




Perubahan fisik ibu hamil dan mental psikologi seringkali bisa menyebabkan stressor tersendiri bagi ibu hamil. Untuk itu menganali akan tanda gejala stres pada kehamilan yang dirasakan oleh para ibu hamil perlu untuk diketahui dan juga dipahami dengan benar sehingga pula akan bisa ditemukan berbagai cara dalam mengatasi rasa dan hal-hal yang bisa menyebabkan stres itu sendiri.

Yang dimaksud dengan pengertian definisi stres adalah sebagai suatu kondisi ketegangan yang akan bisa mempengaruhi keadaan daripada emosi, proses berpikir dan kondisi diri seseorang yang sedang mengalaminya.

Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya sendiri dan hal ini juga berlaku pada saat keadaan stress pada ibu hamil yang bisa saja terjadi.

Demikian pula dengan bahaya dampak akibat stres ibu hamil pada janin yang harus diwaspadai bila tidak segera diatasi dengan baik berbekal anjuran dari medis dan kesehatan pula.

Penyebab Stres Di Masa Kehamilan

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang ibu hamil mengalami tekanan mental yang berlebihan. Karena memang tingkatan stressor pada diri seseorang termasuk pada diri seorang ibu hamil di dalam masa kehamilannya adalah bisa dalam tahapan ringan, sedang, dan tinggi.

Yang perlu untuk dikhawatirkan adalah bila dalam tahapan stres yang tinggi terjadi pada ibu hamil dan tidak segera mengatasinya dengan jalan yang baik pula.

Stres ringan bila tidak mendapatkan solusi pemecahan sumber masalahnya pun akan bisa berakibat kurang baik bagi perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan sang ibu.

Tetapi bila stres berat dan bisa dicarikan solusi pemecahannya dengan baik maka tidak akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu sendiri maupun sang jani bayi di dalam kandungan.

Jenis macam penyebab stressor ibu hamil bisa berupa :

Selasa, 08 September 2015

PENANGANAN DAN TERAPI UNTUK GANGGUAN KECEMASAN



Berikut ini adalah beberapa Penanganan Dan Terapi Untuk Gangguan Kecemasan

1.   Obat penenang, contohnya antidepressant, antihistamines, Benzodiazepines. Efek samping pemberian obat dalam jangka panjang yaitu ketergantungan dan gangguan saraf.

2.   Teknik relaksasi yang sistematis pada bagian tubuh, seperti meditasi dan yoga.

3.  Cognitive behavioral therapy
Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah suatu pendekatan psikoterapi dengan bicara. CBT bertujuan untuk memecahkan masalah tentang disfungsional emosi, perilaku dan kognisi melalui prosedur yang berorientasi, dan sistematis di masa sekarang. membantu pasien mengenali pikiran yang berkontribusi pada kecemasan. Cara ini biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Beberapa dokter dan peneliti lebih berorientasi kognitif (misalnya restrukturisasi kognitif), sementara yang lain lebih berorientasi perilaku (dalam terapi pemaparan in vivo). Intervensi lain mengkombinasikan keduanya (terapi eksposur misalnya imaginal). CBT ini terutama dikembangkan melalui integrasi dari terapi perilaku dengan terapi kognitif. Sementara berakar pada teori yang agak berbeda, kedua tradisi menemukan landasan bersama dalam memfokuskan pada "di sini dan sekarang", dan mengurangi gejala pada program pengobatan Banyak CBT untuk gangguan tertentu telah dievaluasi untuk keberhasilan;. Tren kesehatan dari pengobatan berbasis bukti, di mana perawatan spesifik untuk diagnosis berdasarkan gejala disarankan, telah disukai CBT atas pendekatan lain seperti perawatan psikodinamik. Di Inggris, Institut Nasional untuk Kesehatan danClinical Excellence (NICE) merekomendasikan CBT sebagai pengobatan pilihan bagi sejumlah masalah kesehatan mental, termasuk gangguan stres pasca trauma, OCD, bulimia nervosa, dan depresi klinis.

4.   Emotional Freedom Technique. Sebuah terapi memanfaatkan energy dalam tubuh dengan cara menstimulasi pada titik-titik meridian tubuh untuk memperbaiki aliran energy tubuh.Emotional Freedom Technique (EFT) adalah sebuah terapi psikologi praktis yang dapat menangani banyak penyakit, baik itu penyakit fisik dan penyakit psikologis (masalah pikiran dan perasaan). Dapat dikatakan EFT adalah versi psikologi dari terapi akupunktur yang menggunakan jarum.EFT tidak menggunakan jarum, melainkan dengan menyelaraskan sistem energi tubuh pada titik-titik meridian di tubuh Anda, dengan cara mengetuk (tapping) dengan ujung jari.Cara ini merupakan cara yang efektif dan cepat untuk mengatasi tidak hanya kecemasan, tapi juga masalah emosional lainnya.

Gary Craig, sang penemu EFT tidak mengklaim bahwa EFT itu sempurna. Tetapi pada banyak kasus, EFT bekerja sangat cepat dan dengan hasil spektakuler. EFT sering kali berhasil menyembuhkan dimana teknik lainnya tidak sanggup.
Beberapa masalah yang bisa diselesaikan dengan EFT antara lain: Kecemasan, Kemarahan, Compulsive Behavior, Panic disorder, Kecanduan (rokok atau obat-obatan), Stress dan Depresi, Trauma, Ketakutan dan Phobia (ketinggian, binatang, atau benda tertentu), Kecemasan di tempat umum, Ketakutan berbicara di depan umum, Sakit Kepala / Migren, Menghilangkan keyakinan negatif, Perasaan malu / bersalah, Insomnia, Kekecewaan atau sakit hati, Peak Performance, Masalah seksual, Masalah pada anak atau wanita, Kanker, Allergi dan masalah lainnya.

Prinsip Kerja EFT 
EFT merupakan teknik akupuntur versi emosional. Berbeda dengan teknik akupuntur pada umumnya yang menggunakan jarum, EFT menggunakan tapping (ketukan ringan) dengan jari di 18 titik meredian tubuh untuk mengatasi hampir semua hambatan emosi dan fisik. Delapan belas saja? Ya, memang hanya ada 18 titik yang perlu pelajari dalam EFT. Anda tidak perlu mempelajari 300 titik akupuntur yang menggunakan jarum.
Ketika seseorang mengalami hambatan emosional seperti marah, kecewa, sedih, cemas, stress, trauma dsb., aliran energi di dalam tubuh yang melalui titik meredian tubuh akan terganggu. Dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan emosi di atas, kita perlu memperbaiki gangguan aliran di titik meredian dengan cara mengetukkan jari dengan cara tertentu sesuai teknik EFT.
Untuk melakukan ketukan pada 18 titik meredian tubuh hanya memerlukan 4 prosedur yang sederhana dan mudah diingat, yang dinamakan resep dasar (basic recipe). Prosedur ini dapat digunakan untuk mengatasi hampir semua masalah emosi negatif dan fisik. Sangat mudah untuk belajar EFT, anda hanya perlu waktu sekitar 3 jam saja.

Minggu, 06 September 2015

Ini Dia Bentuk Olahraga yang Bisa Cegah Depresi dan Stres



Latihan beban dapat mengurangi stres atau depresi karena tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang membuat kita lebih sehat dan percaya diri, bukan hanya otot terbentuk sempurna. Olahraga jenis ini dapat mengurangi stres atau depresi karena tubuh mengeluarkan hormon endorfin yang membuat kita lebih sehat dan percaya diri.

Begitu disampaikan Natural Body Builder dan Konselor Hidup Sehat Lib Marchese saat diwawancarai Liputan6.com, ditulis Rabu (12/8/2015).

"Obat memiliki banyak efek samping berbahaya bagi tubuh yang mempengaruhi pikiran dan tubuh, serta meningkatkan berat badan. Tapi latihan beban atau latihan ketahanan fisik memiliki efek samping penurunan berat badan dan menstabilkan metabolisme, melepaskan endorfin yang mengangkat suasana hati, memberikan pola pikir yang lebih kuat dan memungkinkan Anda membuat keputusan yang lebih baik," katanya.

Sabtu, 05 September 2015

6 Tanda Anda Butuh Terapi Psikologi



Barangkali, sejauh ini ada di antara Anda yang belum pernah memanfaatkan perawatan psikoterapi. Padahal ngilu dan nyeri di bagian tubuh tertentu, kunang-kunang, hingga demam yang tak diketahui sebabnya, mungkin bisa hilang setelah mengikuti terapi psikologi.

Ringkasnya, mengikuti program psikoterapi bersama profesional di bidang kesehatan mental bisa banyak membantu. Karena itu menurut Harold Bloomfield, M.D. seperti dikutip majalah Medical Self-Care, bila Anda berada dalam keadaan seperti berikut ini, itu berarti Anda butuh bantuan keahlian mereka:

1. Bila Anda terjebak dalam konflik pribadi yang sangat sengit.

2. Bila Anda hampir selalu merasa tidak nyaman dengan diri sendiri.

3. Bila Anda terus-menerus merasa hilang kendali, selalu tegang dan tersiksa.

4. Bila Anda memiliki masalah pribadi yang tidak bisa diselesaikan sendiri setelah berusaha keras.

Jumat, 28 Agustus 2015

Ini Cara Melatih Kecerdasan Emosional




Selain Kecerdasan Intelektual, Kita Butuh Kecerdasan Emosional.

Banyak psikolog dan ahli dalam perilaku manusia percaya bahwa kecerdasan emosi (EQ/Emotional Quotient) memiliki peran lebih penting untuk meraih sukses daripada kecerdasan intelektual (IQ/Intelligence Quotient).

Kecerdasan emosional dapat dilatih dan dikembangkan dengan berbagai cara. Seperti dengan mengenal emosi sendiri, mengelola emosi diri, mengenal emosi orang lain serta membina hubungan dengan orang lain.

Berikut penjelasan cara mengembangkan kecerdasan emosional, seperti dikutip dari Enterpreneur, Senin, 3 Agustus 2015
  • Mengenal Emosi Diri
Anda bisa mulai bertanya pada hati yang terdalam seperti apakah perasaan Anda sesungguhnya. Apakah Anda tipe orang yang pemarah, pemberani, penakut, suka cemas, ragu-ragu, pemalu dan sebagainya. Mungkin Anda bisa mengetahui pada saat apa dan bagaimana Anda marah, takut, gelisah, cemas, bersemangat, gembira dan sebagainya. Mungkin terlihat mudah, tetapi sesungguhnya sulit. Intinya, Anda harus memahami diri Anda sendiri.

  • Mengelola Emosi Diri
Inilah cara mengubah sikap dan perilaku agar lebih lebih baik. Orang-orang sukses mampu menetapkan tujuan, memetakan rencana untuk mencapai tujuan tersebut dan melaksanakan rencana tersebut - mereka mampu memengaruhi perilaku mereka sendiri secara positif.
  • Melepaskan emosi negatif
Ketrampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.
  • Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional–menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati–adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang. Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.

Rabu, 19 Agustus 2015

Tips Menjadi Suami Siaga Menjelang Persalinan

Kebahagiaan ibu hamil semakin terasa ketika kehamilannya memasuki trimester akhir, menunggu kehadiran buah hati tercinta. Selama menjalani kehamilan sering kali mengalami keluhan, tidak menutup kemungkinan terjadinya keluhan kehamilan pada trimester akhir, menjelang persalinan. Salah satu keluhan yang dialami oleh ibu hamil sering kali mengalami kelelahan dikarenakan usia kehamilan yang semakin tua akan menyebabkan kenaikan berat badan. Meskipun dianggap normal akan tetapi ada baiknya segera diatasi, agar kelelahan yang dialami selama kehamilan tidak mengakibatkan kurangnya persiapan menjelang persalinan.

Apabila ibu hamil sering kali mengalami kelelahan selama kehamilan sebaiknya meminta bantuan untuk mempersiapkan kebutuhan menjelang persalinan. Suami, salah satu orang terdekat  yang dapat membantu mempersiapkan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan persiapan persalinan.Tidak semua suami paham dalam peranannya sebagai calon ayah, bahkan beberapa suami kebingungan menjadi suami siaga menjelang persalinan. Makna dari suami siaga adalah kewaspadaan yang dilakukan oleh suami dalam menjaga kesehatan istri yang sedang hamil hingga proses persalinan berlangsung.