Jumat, 17 Juli 2015

Panjang Umur dengan Perbanyak Karbohidrat


Karbohidrat sering dianggap sebagai penambah berat badan. Padahal, karbohidrat adalah sumber kalori utama bagi tubuh. Hal ini juga yang menjadi alasan, diet karbo jarang memberi hasil yang signifikan.  Daripada sibuk mengurangi asupan karbo, ada baiknya mulai sekarang perbanyak konsumsi karbo untuk memperpanjang usia.

Hasil sebuah studi baru seakan menjadi kabar gembira, diet protein rendah dan karbohidrat tinggi bisa sama efektifnya dengan diet rendah kalori. Diet ini, bisa memperpanjang usia dan baik untuk kesehatan jantung dan pencernaan.

Para ilmuwan sebelumnya memang percaya, bahwa cara yang terbukti untuk memiliki usia lebih panjang adalah dengan membatasi kalori. Namun, peneliti dari Pusat Kajian Charles Perkins di University of Sydney  telah menemukan manfaat yang sama pada gabungan diet protein rendah dan karbohidrat tinggi.


"Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun, bahwa diet dengan cara membatasi kalori akan meningkatkan usia hidup, di hampir semua organisme," ujar Profesor Stephen Simpson, direktur akademik Charles Perkins Pusat yang juga terlibat dalam penelitian tersebut.

"Tapi, sedikit saja yang bisa mempertahankan pengurangan kalori hingga 40 persen dalam jangka panjang, dan ini malah berisiko kehilangan massa tulang, libido dan kesuburan,” tambah Profesor Simpson.

Untuk penelitian terbaru ini, mereka membandingkan dua tikus. Satu tikus melakukan diet dengan kalori terbatas, sementara tikus lainnya melakukan gabungan diet dengan rendah protein, namun tinggi karbohidrat.

"Hasilnya, tikus mendapat manfaat yang sama dari diet gabungan rendah protein  dan tinggi karbohidrat, seperti diet pembatasan kalori hingga 40 persen. Jika hal yang sama berlaku bagi kita, ini berarti baik untuk proses penuaan, dengan rasa sakit yang berkurang dibandingkan pembatasan kalori," papar Profesor Simpson.

Sayangnya, menurut Profesor Simpson, diet tinggi karbohidrat ini memang masih ada kekurangannya. Diet gabungan protein rendah dan karbohidrat tinggi, cenderung memiliki efek menguntungkan di kemudian hari, tapi justru bisa meningkatkan rasa lapar dan menyebabkan kenaikan berat badan.



Sumber : health.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar