Kamis, 12 Mei 2016

Awas, Liur Hewan Mengandung Bakteri Kebal Antibiotik




Mengungkapkan rasa sayang pada binatang peliharaan dapat dilakukan dengan banyak cara, misalnya mengelus, menggelitik, hingga mencium. Namun khususnya untuk mencium, sebaiknya Anda berpikir dua kali sebelum melakukannya.

Sebuah studi baru dari Selandia Baru menemukan, air liur binatang mungkin bisa sebagai sarana penularan infeksi yang bersifat resisten terhadap antibiotik kepada manusia. Studi yang diketuai oleh Profesor Nigel French dari Massey University tersebut menganalisis penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada binatang adalah penyebabnya.

Massey mengatakan, paparan liur binatang sebagai sarana transmisi infeksi bakteri telah diidentifikasi oleh WHO sebagai permasalahan kesehatan yang besar dan tengah berkembang. Ia menekankan pada perlunya perhatian pada peningkatan angka kejadian dari dua tipe bakteri resisten antibiotik yang umumnya menyebabkan infeksi saluran kemih.

Infeksi resisten antibiotik ini ditemukan pada hampir semua binatang peliharaan yang penyebarannya melalui cairan dan kotoran. Binatang seperti anjing atau kucing membersihkan dirinya dengan cara menjilat, itulah kenapa liur mereka mungkin akan dipenuhi juga oleh bakteri resisten antibiotik tersebut.

"Ketika air liur mereka mengenai mulut manusia, kemungkinan besar terjadi transmisi bakteri di sana," ujar Massey.

Sehingga ia menegaskan pada pentingnya menghindari ciuman dengan binatang peliharaan, termasuk jilatan pada wajah. Jika jilatan terdapat pada tangan, maka orang sebaiknya juga segera mencuci tangan.

Studi sebelumnya menemukan, jilatan binatang pada mulut berisiko membuat penyakit gusi pada manusia. Ini karena adanya transmisi bakteri dari liur binatang ke manusia.


Sumber : health.kompas.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar